Monday, October 13, 2014

Too many corners in my mind

Maybe we just have to find out why this happened. Maybe we need to be sure by look around if there is someone else better to be loved. Until we tired. Until we finally find each other again, and at that time, we'll know that we are meant to be together and no need to make it sure anymore.

Or maybe, we find someone else. And we are not meant to be together. 

Which do you prefer? 

Friday, October 10, 2014

Nothing will love you more than you love your self.

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah engkau kuat menghadapi masa depan sendirian?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, adakah bagian dari dirimu yang kebal terhadap cobaan apapun?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah dirimu mampu bangkit dr bengisnya kaki-kaki yang menginjakmu?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah kalian sudah berdamai pada situasi yang menjadikan jiwa dan otakmu bertikai?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, mungkinkah akan ada cahaya yang menyinari kegelapanmu?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah keikhlaskan yang sedang kau usahakan untuk terbentuk, akan senantiasa bertahan kokoh di dalam dirimu?

Dalam sendiri, aku berkata pada diri, apakah seegenap yang kau katakan lewat mulut, akan terbukti lewat perilaku?

Tersenyumlah, engkau layak untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar. Hati, bersakit-sakitlah engkau terlebih dahulu. Ku tunggu kau di muara, dengan senyumku yang paling manis. 

Sunday, October 5, 2014

Imaji

Jam 02.25 waktu dini hari.

Pada jam ini, kendaraan di jalanan sudah jarang terlihat. Yang ada hanyalah segelintir kendaraan yang berkecepatan tinggi.
Pada jam ini, beberapa penjual kue mulai beraktifitas secara produktif di pasar subuh. 
Pada jam ini, para tunawisma sedang tidur nyenyak di pinggir jalan walaupun kedinginan.
Pada jam ini, beberapa ibu mengganti popok bayinya yang baru lahir.
Pada jam ini, beberapa orang mungkin ada yang terbangun dan menunaikan solat tahajud. 
Pada jam ini, saatnya yang tepat para seniman mengerjakan karyanya atau mencari inspirasi.
Dan... Yang pasti, pada jam ini, hampir semua orang terlelap dalam dunianya sendiri, yaitu mimpi.

Namun aku disini, tak kuasa menahan kesedihan terdalam yang tercipta oleh benak. Bayanganku suka bermain-main, terkadang tinggi setinggi-tingginya langit, dan rendah serendah-rendahnya inti bumi. Berimaji terlalu indah atau terlalu buruk adalah berbahaya. Aku ingin mencapai tengahnya, tapi bagaimana bisa aku tidak menghadapinya?

Friday, September 12, 2014

Goodbye! See you when i see you!

Ini yang pertama kali bagi ku untuk memiliki seseorang dan untuk mencintai seseorang. Pada awalnya, rasanya semuanya begitu indah dan mudah, rasanya seperti masalah sebesar batu kali pun akan ku hancurkan demi kebersamaan kita. Sangat mudah dahulu bagiku untuk berimajinasi tentang kita yang sudah kakek dan nenek, duduk ditaman memandang bunga warna-warni dan bercumbu sesekali. Seolah-olah rencana kedepan yang aku ingin jalankan berdua denganmu, dengan mudah sudah aku susun rapih: berpacaran, menikah, punya keluarga kecil, dan akan terus mencintaimu sampai batu nisan menemaniku terlelap selamanya.

Se-optimis itu aku dahulu terhadap "kita". Setinggi itu ekspektasiku terhadap "kita". Seberharap itu aku terhadap "kita".

Namun, memang realita iri terhadap imajinasiku. Kenyataan pahit harus ku rasakan, bahwa ternyata bukan seperti ini caranya mencinta. Ingin rasanya memutar waktu, kembali dari awal, dan mencintaimu dengan cara yang berbeda. Dengan cara yang kalau kata anak muda jaman sekarang "let it flow" atau "santai kayak di pantai, slow kayak di pulau". Cinta ku terlalu menggebu-gebu, cintaku terlalu berlebihan, cintaku terlalu "cepat" bagimu. Tidak ada chemistry lagi, tidak ada rasa penasaran lagi, dan akhirnya tidak ada kembali rasa menyenangkan itu. 

Aku kasihan padamu, mendapatkan wanita yang tidak se-berpengalaman ini. Wanita yang terlalu mencintaimu hingga overlimit, wanita yang terlalu banyak nonton FTV, wanita yang terlalu berekspektasi tinggi. Aku kini mengerti mengapa kamu mengatakan kamu sedang tidak ingin "digantungi orang lain", karena ku tahu aku sudah menjadi beban yang berat bagimu, aku sudah menjadi dinding penghalang ke masa depan mu, dan aku sudah menjadi penghambat konsentrasimu dengan harapan-harapan tinggiku yang mengganggumu. Maaf.

Sekali lagi maaf, Karena ini pertama kali bagiku. Pertama kali. Ku harap kau mengerti. 

Yang ku harapkan sekarang adalah akan ada orang lain yang datang kepadaku, berniat untuk mencintaku sebagaimana aku mencintai dirimu. 

Ya, hari ini adalah hari terakhir bagiku untuk mengharapmu, dan juga hari pertama bagiku untuk mengikhlaskanmu. 

Mungkin ini blog terakhirku tentang dirimu. 

Selamat, kini kau bisa bernafas lega. 

Tuesday, September 9, 2014

Terimakasih Arasy


It's been almost one and half year, and now it comes to an end. 
Terimakasih atas tahun yang sangat menggembirakan, mengharukan, danmenyedihkan. 
Terimakasih sudah menemani selama ini di kala susah, sampai-sampai kita punya istilah "Pahe" (pacaran hemat)
Terimakasih sudah menemani manggung sana-sini sampe pulang subuh. 
Terimakasih sudah memberikanku pelajaran tentang arti sehat dengan olahraga. 
Terimakasih sudah memberikanku motivasi dalam hal apapun yang aku harus lakukan demi masa depan (xfactor, sidang skripsi, latihan band, recording "Imaji", wisuda, shooting video clip, dll)
Terimakasih sudah memberikanku motivasi agar selalu menjaga penampilan, karenamu aku kini mengetahui guna memakai alis, blush on, lipstik, dll; karena mu juga kini setiap aku ke toko baju, dress lah yang pertama aku cari. 
Terimakasih, sudah menjadi teman main, teman berantem, teman debat dan teman kriminal selama ini.
Terimakasih, sudah menjadi jawaban atas penantian panjang ku dahulu selama 21 tahun menjomblo.
Terimakasih, sudah menjadi kekasih yang pertama untukku.


Aku rindu ketika kamu membelikanku Kiranti ketika perutku keram karena tamu bulanan.
Aku rindu ketika kamu rela kembali lg ke mobil untuk mengambil jaket, setelah kau melihat aku hanya memakai celana pendek dan kaos tipis di lobby hotel GT karantina Xfactor.
Aku rindu ketika kita makan bersama sop iga belakang GT. 
Aku rindu akhirnya kita berpegangan tangan di konser Lenka.
Aku rindu akhirnya kamu menyatakan cintamu di pinggir kolam berenang hotel GT. 
Aku rindu makan ketoprak depan rumah bersamamu. 
Aku rindu membelikanmu heavenly blush strawberry di alfamart terdekat untukmu.
Aku rindu mencari tahu apakah ada roti Apple Pie setiap aku melewati store roti Tous Les Jours.
Aku rindu memasak ayam asam manis, udang balado, terong balado, daging bungkus telor, dll, untukmu.
Aku rindu ketika kita berpegangan tangan di stasiun kereta untuk menunggu kereta tujuan Kalibata. 
Aku rindu ketika aku bermacet2an ria diperjalanan naik taksi menuju kalibata, hanya untuk melihat senyummu. 
Aku rindu ketika aku tahu bahwa kamu rela mencucikan mobil temanmu agar dipinjamkan mobil untuk kencan kita.
Aku rindu ketika aku menunggumu selama 1 jam untuk make sure bahwa kamu sudah sampai apartement, setelah kamu mengantarku pulang. 
Aku rindu ketika aku merasa senang kamu akhirnya pindah rumah dekat dengan rumahku dan dilengkapi mobil pribadi, sehingga tidak bingung mau naik apa ketika mau kencan. 
Aku rindu ketika aku melakukan perjalanan ke kosambi untuk memotivasimu IPT dan simulator.
Aku rindu ketika aku mengucapkan selamat kepadamu untuk flight pertamamu.
Aku rindu ketika akhirnya kita merayakan 1st anniversary kita. 
Aku rindu ketika akhirnya kita melakukan 1st kiss kita.
Aku rindu ketika kita mengetahui kelemahan masing-masing yang orang lain tidak tahu. 
Aku rindu mencium bahu mu.
Aku rindu mencium pipi mu.
Aku rindu memelukmu tanpa perlu permisi padamu. 
Aku rindu tanganmu yang lebar dan bisa melindungi tanganku di genggamannya. 
Aku rindu...semuanya yang tak bisa ku sebut satu-satu.


Dan sekarang, i have to let you go. 
Perasaan sayang dan cinta yang terdalam harus ku hilangkan. Itu bukan keinginanku. Ini harus ku lakukan, karena kamu tidak lagi memperjuangkanku kembali. Kalau kamu berubah pikiran, lihatlah di belakangmu, karena percayalah, aku tidak akan kemana-mana sebelum rasa cinta dan sayangku kepadamu terkikis oleh waktu.

Selamat berjuang Arasy-ku. Berjuanglah demi masa depanmu. Aku tahu kamu bisa. Kamu pasti bisa. 

 
Terimakasih, sudah mengajarkanku cara mencintai. 
Terimakasih, engkau sudah mencintaiku dan mengizinkanku untuk mencintamu.

Terimakasih, Arasy.

Monday, September 8, 2014

Terimakasih Tuhan

Terimakasih Tuhan, engkau sudah pernah memberikanku pria yang sangat aku idam-idamkan dari segi fisik, asal muasal, seiman dan mapan. Terimakasih Engkau sudah memberikan ku kesempatan waktu untuk menikmati kebersamaan dengan pria yang benar-benar aku inginkan. Terimakasih juga untukmu Tuhan, engkau telah menunjukkan bahwa apa yang aku inginkan, belum tentu juga yang terbaik di mataMu.

Monday, September 1, 2014

Bagaimana?

Pagi ini
Tak secerah biasanya
Awan seperti bersandar pada neraka
Aku bisa melihat neraka
Seakan-akan alam pun tahu
Mereka dapat merasakan ku

Sedih berkecamuk yang kurasakan
Tidak akan ada duanya dibanding kesedihan yang sudah ku rasakan.
Mungkin ini pertama kali
Mungkin sudah saatnya aku harus melihat arti kehidupan secara hakekatnya
Menemukan, lalu kehilangan

Ingin rasanya berkata bahwa semua sia-sia. 
Ingin rasanya berdoa kepada Tuhan agar diberikan hikmah secepat-cepatnya dari kejadian hari ini. 

Sekarang, bagaimana rasanya meyakinkan diri bahwa semuanya tidak sia-sia?


:(


Yes, it is...

Sunday, August 31, 2014

Akhirnya

Ini tantangan... Dimana aku tidak bisa melampiaskannya dengan kata-kata, namun dengan kebahagiaan yang ku biarkan masuk setelah sekian lama terkurung di balik pagar hati.

Kini saatnya memikirkan diri sendiri. Karena "menyerah" adlaah pagar yang membukakan itu semua. 

Akhirnya semua terkuak, aku ingin mempunyai kehidupan yang lebih baik dari ini. Aku ingin mempunyai pendamping hidup yang membuat hal itu semakin indah. Aku ingin semuanya baik-baik saja. Karena, yang baik-baik saja itu sesungguhnya datang dari dalam diri.

Aku bisa. Aku bisa menghadapi ini. Semoga Allah SWT mendengar. 

Amin. 

Saturday, August 30, 2014

Done

This is the time.......
Finally, i'm tired
I'm giving up
I'm seriously needing of medicine
And i'm seriously out of my mind

You don't ask about what i'm doing on nite saturday without you
You don't ask if i've woke up or not
You don't ask if i'm healthy or sick
You don't ask if i need you or not
You don't ask everything about me anymore

Now, you successfully making me tired of you. Live ur life, and i'll live my own life.

I'm done.....
Really....
I'm done....

Thankyou, A.