Sunday, April 26, 2015

Jatuh sejatuh jatuhnya cinta

Setidaknya, didepanku kau tak perlu menjaga kesan dirimu. 

Setidaknya, aku disini, menerimamu apa adanya. 

Setidaknya, kamu jangan khawatir. Aku terima dan akan belajar menyukai kekuranganmu.

Setidaknya, aku disini, mencintaimu sepenuh hati.

Kemarilah, lihatlah dulu sebentar diriku. Bila kau tak suka, kau boleh berjalan lagi. Tapi, setidaknya, lihatlah aku, sebentar saja. 

Saturday, April 18, 2015

Surga!

Aku tersenyum
Membiarkan semua terlewati tanpa kata
Tanpa suara
Tanpa rasa

Mereka tak bisa dihentikan
Mereka terus berputar tanpa tahu ada aku
Atau aku yang terus tersenyum tanpa tahu ada mereka? 

Biarkan begini ya Tuhan
Aku senang
Pemandangan ku kini baik sekali.
Sangat baik.
Kau memang baik, Ya Tuhan.

Akan ku nikmati gejolak ini
Rasa ini
Udara ini
Nafasku ini

Hanya aku dan aku dan aku dan aku
Aku dan aku

AKU! 
Ini surga! 
INI SURGA! 

Saturday, February 28, 2015

Mengapa?



Kau tahu kau adalah cinta pertamaku
Kau tahu akan sulit rasanya tanpamu
Kau tahu rinduku tak pernah berpikir tuk memudar
Kau tahu setiaku kan selalu ada untukmu

Pertanyaanku cuma satu untuk Tuhan...
Semurni dan sedalam ini cintaku, mengapa dia tega menggerogoti hatiku?

Monday, February 9, 2015

Idiopatik Intrakranial Hipertensi atau Pseudo Tumor Celebri






Saya seorang penyanyi atau bisa dibilang sebagai entertainer. Saya bukan dokter, suster atapun hanya sekedar pengamat kesehatan. 

Pernahkah anda mendengar Idiopatik Intrakranial Hipertensi atau Pseudo Tumor Celebri? Bagi anda yang baru pertama kali mendengarnya, yes, saya juga baru pertama kali mendengarnya sekaligus sebagai penyakit yang sedang saya derita sekarang.

Berawal dari kepala sakit yang tak terbendung dan ketika orang lain bertanya "sebelah mana sakit kepalanya?" Dan saya akan mengatakan "semua bagian kepala saya sakit.." Kepala anda seperti memaksa ingin memecahkah diri dan tekanan dalam kepala anda sangat tinggi sehingga sering kali, saking tidak terbendungnya, pendengaran saya sering terganggu dan mata saya mengeluarkan air mata tanpa saya sadari. Sakit kepala hebat yang tak pernah saya rasakan atau hadapi sebelumnya. Itu akan lebih menyakitkan ketika pertama kali saya periksakan, dokter hanya mendiagnosa saya hanya kurang tidur, terlalu capek atau banyak pikiran. Percobaan pertama pun saya rasakan ketika akhirnya memeriksakan ke rumah sakit di daerah BSD City dan diberikan obat penenang.....yes, tidak mempan. Sampai pada saat saya di berikan 11 jenis obat oleh rumah sakit tersebut.......dan yes, tidak mempan juga.

Pernahkah anda merasa tiba-tiba sebangun tidur dipagi hari, penglihatan anda tidak seperti biasanya. Coba anda menjerengkan mata anda sekarang, yes, itu yang saya rasakan pada saat bangun tidur di suatu hari tanpa juling dengan sengaja. Semua yang saya lihat tidak pada tempatnya, semua huruf yang saya baca bertumpuk-tumpuk. Yang sebenarnya teman saya chat saya dengan 3 kata, saya hanya melihatnya 1 kata (bagian awal dan bagian akhir). Ketika saya googling, ini dinamakan Stroke Ringan pada mata atau bisa disebut Binokular Diplopia. Hari itu saya menangis kencang bersandar pada paha ibu saya, seperti anak kecil "mamah, shena gamau kena stroke.. Mama shena gamau kena stroke... Mama shena janji abis ini shena akan menjaga makan, akan diet...blablabla" akhirnya saya memutuskan untuk periksa ke dokter spesialis saraf mata di rumah sakit spesialis mata di daerah kuningan. Dokter awalnya mendiagnosa saya bahwa ada terjadinya tumor di kepala saya, namun ternyata setelah ia melihat hasil MRI kepala saya, tidak ditemukannya tumor otak. Beliau menyimpulkan, bahwa adanya Tumor palsu yang diakibatkan oleh tekanan pada tengkorak kepala saya yang akhirnya menjepit saraf pergerakan mata saya. Dan penyakit tersebut dinamakan Pseudo Tumor Celebri. Obat yang saya bisa konsumsi hanya satu jenis, karena obat lainnya bisa memberikan dampak negatif pada hipertensi saya. Nama obat tersebut adalah Glaucon dan AsparK. Setelah saya memakan obat tersebut, dampak yang ditonjolkan adalah sakit kepala saya menjadi-jadi, muntah-muntah berkelanjutan, mulut; gigi; dan ujung-ujung jari saya pun kesemutan, badan saya lemas, dan tidak bisa makan apapun untuk konsumsi tubuh saya. Akhirnya saya menelfon dokter mata yang kemarin periksa saya, dan beliau mengatakan untuk stop saja memakan obat tersebut.

Sebelumnya, saya ingin anda mengetahui bahwa saya mengidap hipertensi sejak setahun belakangan di umur saya yang terbilang muda saat ini yaitu 23. Tensi darah saya paling rendah 150 pada bagian atas, dan paling rendah 100 pada bawahnya. Biasanya saya mencapai 160-180 per 100 - 120. Saya selalu berpikir bahwa hipertensi saya ini adalah penyebab dari segala sakit kepala saya dan stroke ringan pada mata saya. Tapi entah kenapa, sakit kepala yang saya rasakan, selalu hadir, padahal saya sudah mengkonsumsi obat tensi. 

Selama setahun saya hipertensi, saya agak mem-bodo-amat-kan penyakit saya ini. Saya merasa saya masih muda, sehingga tidak akan ada pengaruh negatif pada saya. Tetaplah saya lahap makanan-makanan favorite saya. Apalagi saya orang yang termasuk aktif diluar rumah, terpaksa saya akan makan di restoran luar yang saya tidak tahu proses masak dan bagaimana kebersihan dapurnya. 

Hari itu, dibalik tangisan saya di dalam dekapan ibu saya, saya menyesal. Dan yang lebih menyedihkannya lagi, saya tidak tahan lagi membendung sakitnya kepala saya. Sangat sakit. Sangat sangat sangat sakit. Hanya kita yang mengetahui sakitnya seperti apa, dan orang-orang diluar kita tidak akan pernah merasakan sakit yang luar biasa ini. Hanya kita yang merasakan. 

Akhirnya, saya memutuskan untuk pindah rumah sakit yang menurut saya bisa mengetahui apa penyakit saya, yaitu salah satu rumah sakit di bintaro. Awalnya saya mendaftarkan diri sebagai pasien rawat jalan dokter internist. Ketika bertemu, yang dokter lakukan adalah menghitung tensi darah saya. Hasil tensi darah saya pada saat itu adalah 200/130. Pantas saja saya sakit kepala hebat akhir-akhir ini, pikir saya. Karena ini adalah angka yang sangat tinggi untuk ukuran tekanan darah. Akhirnya dokter mulai hari itu mengatakan saya untuk dirawat inap mulai hari itu. Hari pertama, kedua dan ketiga sampai ke empat , dokter internist saya mengatakan untuk fokus terhadap kestabilan tekanan darah saya dahulu. Saya diberikan obat hipertensi, dan diberikan test darah lengkap. 

Saat itu, saya bertanya pada dokter internist "dok, apakah hipertensi saya dikarenakan gaya hidup dan pola makan saya yang sembarangan?" Lalu dokter internis menjawab "tidak juga. Ini menjadi pertanyaan mengapa diumur semuda kamu bisa mengidap hipertensi setinggi ini. Pengidap hipertensi itu sewajar-wajarnya adalah umur 40 tahun keatas. Kalau untuk kamu, banyak diluar sana orang yang lebih gemuk daripada kamu, banyak orang diluar sana orang yang pola makannya lebih sembarangan daripada kamu, pertanyaannya adalah, mengapa mereka tidak memgidap hipertensi. Kalau kolesterol sudah jelas, pas siapapun orang yang menjalani pola hidup sembarangan, mereka akan mendapatkan kolesterol yang tinggi. Untuk kasus kamu, jawabannya hanya ada 2. Satu, hipertensi primer, yaitu mungkin kamu ada keturunan hipertrnsi dari generasi atas kamu. Yang kedua, sekunder, yaitu ada sebuah penyakit dalam diri kamu yang memicu adanya hipertensi pada diri kamu. Hasilnya akan kita ketahui nanti" ok, saya pun penasaran dengan jawaban tersebut, apakah saya pengidap hipertensi primer atau sekunder?

Hari ke lima saya bertanya pada dokter internist saya, bagaimana dengan mata saya? Akhirnya beliau merujuk saya untuk ke dokter mata lagi di rumah sakit yang sama. Setelah saya diperiksa oleh dokter mata, beliau mendiagnosa saya yang sama seperti dokter mata sebelumnya di rumah sakit spesialis mata di kuningan, yaitu, Idiopatik Intrakranial Hupertensi atau Pseudo Tumor Celebri. Akhirnya mereka memindahtangankan saya ke dokter saraf, karena itu memang bidang dokter saraf. 

Saya langsung googling apa saja gejala dari IIH atau Pseudo Tumor Celebri tersebut. Di website resmi mengatakan bahwa penderitanya akan mengidap hipertensi, kesulitan dalam penglihatan, pendengaran terganggu, dan kepala yang sangat pusing. Lalu, pertanyaan saya adalah, apakah hipertensi yang saya rasakan setahun ini merupakan gejala dari penyakit ini? Jawabannya akan ada 2 minggu kemudian ketika hasil lab bagian hormonal saya berhasil diketahui hasilnya.

Sudah seminggu saya di rumah sakit ini. Tangan saya sudah penuh dengan beberapa bekas suntikan yang sangat menyakitkan, beberapa obat botol injection sudah habis 5 botol, dari mulai foto paru-paru hingga ct scan sudah saya alami, serta makanan yang bermula dari rasa datar dan tidak berbumbu hingga telur dadar yang tidak digarami dan hanya putihnya saja sudah saya rasakan. Intinya, saya cukup menderita dalam mengidap penyakit ini. Jauh dari kehidupan saya sebelumnya. Sangat jauh. 

Mungkin semua mempertanyakan, mengapa saya sampai seniat ini menulis blog tentang penyakit saya? Jawabannya adalah: karena ternyata penyakit IIH atau Pseudo Tumor Celebri adalah penyakit langka yang alhamdulillah jinak. Hanya 20 di dunia ini dari 100.000 diantara wanita yang muda, yang gemuk, menstruasi tidak teratur, dan yang produktif yang mengidap penyakit ini di dunia. 

Saya membayangkan konser coldplay dicampur konser katy perry + michael jackson + the beatles + beyonce + One Direction dijadikan satu, penontonnya berjumlah 100.000 dan hanya wanita gemuk yang muda serta jadwal menstruasi tidak teratur dan produktif, yang boleh menonton konser itu. Akan ada keberuntungan 20 penonton yang akan ikut menaiki panggung, dan saya adalah salah satu dari orang yang beruntung itu. (Cukup positive bukan perumpamaannya?)

Dokter saraf saya pun menjelaskan bahwa terakhir ia mendapatkan penyakit ini di Indonesia adalah sekitar 30 tahun yang lalu pada saat dia masih belajar kedokteran. Dia bilang "baru saja tadi pagi saya buka-buka buku lagi dan tanya-tanya lagi kepada kolega saya". Belum ada ahli atau siapapun di dunia ini yang bisa memecahkan penyebab dari penyakit ini. Mereka hanya memecahkan akibat dan penyembuhan penyakit ini. Penyebabnya masih misteri. Apakah karena bakteri, virus, pola makan, ataukah apapun, itu masih menjadi misteri hingga sekarang.

Akhirnya, saya mendapatkan hasil browsing-an sepupu saya, dia mendapatkan komunitas blogger yang juga mengidap penyakit yang sama. Sayang sekali, hanya 6-7 orang yang mengidap penyakit yang sama di komunitas tersebut. Mungkin karena saking sedikitnya pasien yang mendapatkan penyakit seperti ini sehingga perkumpulannya pun susah mendapatkan orang yang sesama pengidap penyakit IIH dan Pseudo Tumor Celebri. Ini linknya: http://www.iih.org.uk/index.php?option=com_content&view=article&id=8

Di dalam website komunitas tersebut  dikatakan bahwa, penyakit ini akan memberikan dirimu suatu perubahan dalam hidup. "Kalian tau bukan sakitnya penyakit yang kalian rasakan sekarang? Maka dari itu, mulailah kehidupan baru yang lebih sehat mulai dari sekarang". Memang dokter pun mengatakan demikian. Satu-satunya cara selain minum obat adalah dengan menguruskan badan. Karena, dengan badan kita yang kurus, kita akan meng-eliminate salah satu syarat menjadi pengidapnya. 
1. Wanita. Kita tidak mungkin toh merubah gender kita?
2. Muda dan produktif. Tidak mungkin kita menunggu bertahun-tahun lamanya agar kita menjadi tua dan tidak mungkin juga dalam masa muda kita, kita tidak produktif demi masa depan.
3. Menstruasi tidak teratur. Kita pun dapat memperbaikinya. Tapi lagi lagi dengan masa penyembuhan dan tidak gratis.
Maka, satu-satunya cara yang praktis, gratis, dan memang kebaikan untuk pnderitanya adalah dengan diet sehat, melakukan olah raga yang teratur dan menjadi kurus dalam beberapa waktu. 

Dalam blog tersebut mengatakan,  banyak penderitanya yang akan menghadapi perubahan positif dalam hidupnya. Setiap malam dalam seminggu saya dirawat inap dirumah sakit, saya selalu bertanya-tanya pada diri sendiri "dari sekian banyak wanita gemuk yang muda dan produktif serta mempunyai ketidakteraturan menstruasi didunia ini, mengapa harus saya? Mengapa Allah SWT memilih saya?" Mungkin Allah SWT terlalu sayang sama saya. Dia menyentil saya dari jauh untuk memperingati saya.

Bismillah, semoga penyakit ini benar-benar merubah gaya hidup saya. Dan semoga penyakit ini mempunyai hikmah yang positif bagi hidup saya serta keluarga, dan semua orang yang membaca blog saya ini. 




Terimakasih

Tuesday, January 6, 2015

Pembuat hati



Apa kata si pembuat hati ketika kau berkata bahwa cinta tak pakai hati?

Apa yang akan si pembuat hati lakukan padamu ketika kau berkata bahwa cinta hanya memakai otak?

Jangan kau menanyakan alasan ku mencinta, ketika jawabannya akan sesulit apabila kau bertanya mengapa Tuhan ada. 

Ku tak tahu mana yang salah dalam cara ku mencintaimu, si pembuat hati yang membuat hati atau pengetahuan mu akan cara mencinta dan dicinta?

Monday, November 17, 2014

Mungkin pesan ini akan kau baca


Kini aku tak boleh rindu walaupun memang rindu
Kini aku tak boleh memikirkanmu walaupun memang aku memikirkanmu

Untuk mengenai mu, aku membangun sebuah perisai disekitarku.
Seluruh hal mengenaimu merupakan senjata yang memerangi perisaiku. Entah kapan perisaiku akan melemah. 

Kau tahu, prinsipmu adalah alasan yang kita tebar ke khalayak. Mereka tak tahu yang sebenarnya. Atau mungkin cuma aku yang sadar alasannya, dan kesadaranmu akan hal itu masih mati?

Kau ingat pada hari itu? Di saat aku mengakhiri semuanya? Aku masih ingat benar kata perkata dari mu yang cukup menghunus dadaku, seolah-olah pengorbanan ku selama ini semudah itu kau biarkan meledak, hancur berkeping-keping, dan tak terbentuk lagi. 

Egois, tidak dewasa, tempramental, dan kelemahan terdalammu... Itulah dirimu. 
Aku tahu itu sejak lama, dan entah ada apa dengan si Penguasa yang membuat rasa-yang-dinamakan-cinta sekuat ini terbentuk di hati, sehingga aku ingin menjadi jembatanmu ke arah yang lebih baik. 













Monday, November 10, 2014

Unknown



Start a new page......
Start a new life......

Semua yang pergi memang akan pergi

Monday, October 13, 2014

Too many corners in my mind

Maybe we just have to find out why this happened. Maybe we need to be sure by look around if there is someone else better to be loved. Until we tired. Until we finally find each other again, and at that time, we'll know that we are meant to be together and no need to make it sure anymore.

Or maybe, we find someone else. And we are not meant to be together. 

Which do you prefer? 

Friday, October 10, 2014

Nothing will love you more than you love your self.

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah engkau kuat menghadapi masa depan sendirian?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, adakah bagian dari dirimu yang kebal terhadap cobaan apapun?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah dirimu mampu bangkit dr bengisnya kaki-kaki yang menginjakmu?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah kalian sudah berdamai pada situasi yang menjadikan jiwa dan otakmu bertikai?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, mungkinkah akan ada cahaya yang menyinari kegelapanmu?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah keikhlaskan yang sedang kau usahakan untuk terbentuk, akan senantiasa bertahan kokoh di dalam dirimu?

Dalam sendiri, aku berkata pada diri, apakah seegenap yang kau katakan lewat mulut, akan terbukti lewat perilaku?

Tersenyumlah, engkau layak untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar. Hati, bersakit-sakitlah engkau terlebih dahulu. Ku tunggu kau di muara, dengan senyumku yang paling manis. 

Sunday, October 5, 2014

Imaji

Jam 02.25 waktu dini hari.

Pada jam ini, kendaraan di jalanan sudah jarang terlihat. Yang ada hanyalah segelintir kendaraan yang berkecepatan tinggi.
Pada jam ini, beberapa penjual kue mulai beraktifitas secara produktif di pasar subuh. 
Pada jam ini, para tunawisma sedang tidur nyenyak di pinggir jalan walaupun kedinginan.
Pada jam ini, beberapa ibu mengganti popok bayinya yang baru lahir.
Pada jam ini, beberapa orang mungkin ada yang terbangun dan menunaikan solat tahajud. 
Pada jam ini, saatnya yang tepat para seniman mengerjakan karyanya atau mencari inspirasi.
Dan... Yang pasti, pada jam ini, hampir semua orang terlelap dalam dunianya sendiri, yaitu mimpi.

Namun aku disini, tak kuasa menahan kesedihan terdalam yang tercipta oleh benak. Bayanganku suka bermain-main, terkadang tinggi setinggi-tingginya langit, dan rendah serendah-rendahnya inti bumi. Berimaji terlalu indah atau terlalu buruk adalah berbahaya. Aku ingin mencapai tengahnya, tapi bagaimana bisa aku tidak menghadapinya?